Dulu jika gw di tentang gw itu
pulang kampung kemana sama teman-teman gw dan gw menjawab kampung halaman gw,
mereka menjawab “emang itu dimana?”,”dimana tuh?”. Jadi mereka nanya balik ke g
w. Apakah segitu pelosok atau emang kampung halaman gw tidak ada di buku-buku
jaman anak sekolah atau peta Indonesia? Menyedihkan.
Semenjak andrea hirata
meluncurkan buku saktinya berjudul “laskar pelangi”, dengan itu pula kampung
halaman gw langsung naik daun, langsung terkenal sampe-sampe di kontrak untuk
manggung di 28 negara. Di otak gw “ gila hebat banget ini kampung halaman gw,
hati-hati bagi para PSY lover karena Idola kalian sekarang punya saingan
tetap”. Engga lah itu hanya bercanda gw haha. Ya semenjak “laskar pelangin”
nongol di permukaan bumi, kampung halaman gw pun ikut terkenal. Ya, kampung
halaman gw itu adalah Bangka.
Aneh ya? Di buku “laskar pelangi”
itu di ceritakan bahwa 10 anak (nambah 1 anak lagi di tengah cerita) yang
belajar di sebuah tempat, paginya itu di jadikan sekolah lalu siangnya di
jadikan kandang ternak dan itu cerita berada di
Belitung, bukan Bangka plis deh. Tapi kok Bangka ikut terkenal? Ya karena Bangka dan
Belitung itu adalah satu provinsi. Jadi arti kata Bangka itu “numpang tenar”.
Dasar tidak tau diri, ucapkan terimakasih pada Belitung. Sudah cukup
hyperbolanya kita lanjutkan. Sampai-sampai dulu guru SMA gw ngajak gw curhat
karena Bangka, dalam hati gw “ga penting amat”. Dia menanyai soal Bangka “
emang bener Bangka itu kaya di filem laskar pelangi? Batu pantainya gede-gede?
Pasirnya putih?”. Dalam hati gw menjawab “lah? Emang ibu kira itu syuting di
studio? Jelas-jelas itu pilem di tuliskan bahwa syuting langsung di
tekape(Belitung) ”. karena Bangka dan Belitung memang tidak jauh berbeda,
memang Bangka dan Belitung itu punya pasir putih, batu segede-gede rumah, dan
masih dijamin keaslian alamnya. Bahkan, menurut gw jauh lebih bagus Bangka di
banding Bali. Padahal gw belum sama sekali yang namanya jalan-jalan di bali.
Yak, sekian dulu curhatan gw kali
ini makasih yang uda mau baca dan yang gamau baca semoga amal ibadahnya ilang
entah tau kemana.








0 komentar:
Posting Komentar