Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kejadian aneh di angkutan umum


               Kali ini gue akan cerita tentang pengalaman gue tentang kejadian-kejadian aneh di dalam angkutan umum. Gue ngekos di daerah depok karena gue kuliah di depok. Rumah asli gue di Tangerang jadi otomatis ketika gue ingin pergi ke depok gue harus naik angkutan umum. Sebelumnya gue pernah coba naik motor ke sana tetapi gue nyerah, karena gue ga tahan dengan pegelnya saat naik motor. Ya mungkin karena gue kurus jadi kekurangan daging di sekitar bokong jadi itu yang menyebabkan kepegelan gue itu. Jadi gue akhirnya memutuskan lebih baik naik angkutan umum, uda hampir 2 tahun gue ngekos di depok nah selama 2 tahun itu banyak kejadian aneh-aneh pada saat di dalam perjalan pulang atau pergi ke depok.
             Kejadian pertama gue alami saat lagi meriah-meriahnya piala dunia saat itu tahun 2010. Jadi gue naik bis dari arah slipi menuju ke depok, saat itu sih siang-siang. Otomatis gue nyari temapat kosong untuk gue duduki, akhirnya gue duduk di sebelah bapak-bapak yang sedang merokok. Awalnya gue ga merasakan hal yang aneh biasa-biasa aja, padangan gue tertuju ke depan. Tetapi, di tengah perjalanan gue ga sengaja nengok ke kaca yang dekat bapak-bapak tadi dan tiba-tiba terjadi hal aneh yaitu dari idung bapak-bapak tadi keluar nanah yang aneh, dari kupingnya keluar belatung yang menjijikan, dan dari matanya keluar darah yang ga ada abis-abisnya. Engga lah becanda gue, pada saat gue liat bapak-bapak itu lagi enak-enaknya tidur tapi ada yang aneh yaitu apa ya klo bahasa anak muda itu sih “ngeces” mungkin bahasa bagusnya ngiler. Oh My God bokap-bokap  ngiler? Ini gimana ceritanya? Gue coba celingak-celinguk  apa matahari itu uda terbit dari barat? Apa dunia ini sudah mau berakhir? Gue belum sempat minta maap pada  rumput-rumput yang bergoyang karena saat itu dengan sadisnya gue memotong mereka dengan memakai scythe seprti di filem-filem yang sekali bacok keluar darah sampe tumpe-tumpe. Balik lagi ke topik tadi, mungkin bapak-bapak ini nonton bola sampe pagi dan anehnya ini bapak-bapak kok ga merasa aneh? Itu iler sampe jatuh di lengannya itu bapak, sama sekali ga merasa. Secara spontan yang ada di pikiran gue yaitu “pindah dari tempat hina ini”. Gue harap-harap cemas serasa benda najis itu hidup dan akan berjalan menuju gue lalu akhirnya gue menemukan tempat kosong karena orang sebelumnya turun. Dengan sigap gue langsung pindah duduk ke tekape. “ uda hampir 18 tahun gue menunggu, akhirnyaa…”. Selama itukah?

          Kejadian kedua ini gue alami saat naik kereta api biasa di sebut sih CL (Comuter Line). Yak saat itu gue mau pulang ke tangerang sama temen gue karena temen gue itu mau ke gambir nemuin temennya. Kejadiannya pada saat itu siang, jadi yang menggunakan CL juga rame. Yak lo di ibaratkan sama sebanyak orc yang bermain di pilem lord of the ring pada saat ingin menghancurkan benteng musuhnya. Otomatis gue dan temen gue berdiri dan tidak di sangka-sangka gue beridir di depan 3 orang ibu-ibu yang sedang membawa balita mereka, dan gue menganggap itu hal yang sangat wajar, ga mungkin 3 orang ibu yang sedang membawa alat perlengkapan berperang seperti rudal dan kawan-kawannya rudal itu dan itu yang di sebut ga wajar. Gue dan temen gue itu menghadap ke 3 ibu-ibu tersebut karena penuhnya saat itu. Pada saat perjalan hal yang tidak gue sangka-sangka muncul yaitu salah satu dari ibu tadi menyusui anaknya. Tanpa malu si ibu-ibu tadi menyusui anaknya di depan orang banyak, ya seengganya ini di tutupin kek pake kain yang di bawa untuk nutupin kepalanya sih bayi agar ga kelihatan ini sama sekali engga dari si bayi memulai start nya hingga sampai finish, lalu gue menengok ke arah temen gue dan saat itu jug ague heran. Yang gue liat adalah tampang mupeng(muka pengen) dengan mulut ternganga seakan-akan ia akan berkata “WOY BOCAH MINGGIR LOE, GANTIAN GUE SEKARANG!!!”. Jujur gue liatnya malah eneg ada seorang ibu-ibu yang seperti itu, itu benar-benar-benar-benar dari hati gue yang paling in the deep klo kata bahasa asingnya, mungkin. Setelah kejadian itu dan gue pulang lalu ketemu pacar gue dan langsung gue ceritakan,”jangan sampe saat kamu jadi ibu-ibu seperti itu”, itu yang gue katakan pada pacar gue lalu akhirnya gue dan pacar gue hidup bahagia selamanya. End.
                Mungkin itu dulu yang bisa gue ceritakan, masih banyak lagi pengalaman gue saat naik angkutan umum. Terima kasih yang sudah mau baca penderitaan galau gue ini. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar