Kamis, 21 Maret 2013
Penentuan Harga
MAKALAH
TEORI
ORGANISASI UMUM 2
“PENENTUAN
HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN”
KELOMPOK
I
·
ABI IHSAN (10111044)
·
BUDI KARYADI (11111548)
·
DIKY PRAS A (12111088)
·
FATIMAH ZAHRAH (12111732)
·
MASAGUS FAISAL (14111342)
·
NUR WACHID (15111330)
·
RIANA MAIDIANSARI (16111102)
·
SINGGIH MULYANI (16111774)
·
ZACKY MUGHNI M (17111707)
KELAS
: 2KA19
UNIVERSITAS
GUNADARMA
ATA 2012-2013
KATA
PENGANTAR
Puji Syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
karuniaNya sehingga tersusunlah makalah “Penentuan Harga Permintaan dan
Penawaran” ini.
Tak
ada gading yang tak retak, begitu pula dalam penulisan makalah ini, masih banyak
kekurangannya. Untuk itu penulis mengharapkan tegur, sapa, ataupun kritikan
yang membangun demi perbaikan yang akan datang.
Akhir
kata, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga makalah ini
bermanfaat dan menambah wawasan serta peningkatan ilmu bagi kita semua.
Depok, 18 Maret 2013
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
Hal
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2
Batasan Masalah
1.3
Tujuan
BAB II ISI
2.1
Pengertian Harga
2.2
Pengertian Permintaan
2.3
Hukum Permintaan
2.4
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan
2.5
Pengertian Penawaran
2.6
Hukum Penawaran
2.7
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran
2.8 Penentuan Harga Keseimbangan Pasar
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
|
i
ii
1
1
1
1
2
2
2
3
4
5
6
7
7
8
8
8
9
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
Makalah ini disusun guna memenuhi
tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 (softskill), serta memenuhi salah
satu nilai di mata kuliah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi
bagi pembacanya, dan bermanfaat untuk materi yang akan kami bahas mengenai “Penentuan
Harga Permintaan dan Penawaran”.
Tidak bisa dipungkiri bahwa perilaku
masyarakat di jaman sekarang adalah perilaku masyarakat yang konsumtif terhadap
barang apa saja. Maka dari itu dalam kehidupan ekonomi produsen dan konsumen
adalah suatu kesatuan yang sangat sulit untuk dipisahkan,kehidupan, konsumen
berlomba-lomba untuk memperoleh penawaran yang setinggi-tingginya, sedangkan
prodesen berusaha mendapatkan keuntungan yang besar, di sinilah muncul
penentuan harga permintaan dan penawaran.
1.2
Batasan Masalah
Dalam
makalah ini kita hendak membahas bagaimana pentingnya ilmu ekonomi dalam
menentukan harga, baik dalam penawaran maupun jumlah permintaan khususnya
masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
1.3
Tujuan
·
Mengetahui dan memahami defenisi dari penentuan harga, permintaan dan
penawaran.
·
Mengetahui dan memahami tentang hukum penentuan harga,permintaan dan
penawaran.
·
Mengetahui dan memahami pentingnya penggunaan materi ini dalam lingkungan
masyarakat.
BAB II
PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN
PENAWARAN
2.1
Pengertian Harga
Harga
adalah suatu nilai tukar dari produk, barang maupun jasa yang dinyatakan dalam
satuan moneter. Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu
perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan
diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun namun
jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang akan di
peroleh.
2.2
Pengertian Permintaan
Permintaan
adalah jumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.
2.3
Hukum Permintaan
“Semakin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah
barang yang diminta, Semakin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah
barang yang diminta.”
Dalam
hukum permintaan, jumlah suatu barang akan berbanding terbalik dengan tingkat
harga barang tersebut. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya
jumlah barang yang di minta, hal ini dikarenakan daya tarik untuk membeli
semakin menurun yang disebabkan oleh mahalnya harga jual barang tersebut.
Contoh
hukum permintaan pada saat ini :
·
Ketika harga kedelai semakin tinggi, pengusaha tempe tahu cenderung beralih
menggunakan kedelai yang lebih rendah jenisnya, bahkan ada pengusaha yang
sampai gulung tikar karena tidak sanggup membeli bahan baku pembuatan tempe dan
tahu tersebut.
·
Begitu pula dengan naiknya harga bawang, mahalnya harga bawang berdampak pada
kurangnya minat ibu rumah tangga untuk membeli banyak bumbu dapur yang satu
ini.
2.4
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
1.
Selera
Apabila
selera konsumen terhadap suatu barang dan jasa tinggi, maka akan diikuti dengan
permintaan jumlah barang dan jasa yang meningkat, demikian sebaliknya.
Contoh
: Permintaan konsumen terhadap smartphone sedang meningkat, seperti Blackberry,
iphone, Android, tablet. Bahkan kita bisa menjumpai konsumen yang mempunyai
lebih dari 1 barang berteknologi tinggi di jaman sekarang ini.
2.
Pendapatan konsumen
Semakin
tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi juga daya beli nya, begitu pula
sebaliknya.
Contoh
: Orang yang pendapatannya tinggi, kebutuhannya akan semakin banyak pula.
Seperti penyanyi Syahrini, kebutuhannya sangatlah banyak, mulai dari kebutuhan
kostum panggung, kebutuhan perawatan diri, serta kebutuhan lain yang menunjang
penampilannya.
3.
Harga Barang Jasa Pengganti / Pelengkap
Konsumen
akan cenderung mencari barang dan jasa yang harga nya relatif lebih murah yang
akan dijadikan sebagai alternatif.
Contoh
: Kompor dan minyak tanah adalah salah satu yang saling melengkapi. Jika harga
minyak tanah terus menerus naik, maka konsumen akan beralih menggunakan kompor
dan gas yang harganya relatif stabil.
4.
Intensitas Kebutuhan Konsumen
Jika
suatu barang menjadi kebutuhan yang mendesak, maka permintaan akan mengalami
peningkatan.
Contoh
: Menjelang lebaran kebutuhan seperti daging, ketupat dan pakaian jumlah
permintaannya akan meningkat di banding dengan hari-hari biasa.
2.5
Pengertian Penawaran
Penawaran
adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk
dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar
ekonomi.
2.6
Hukum Penawaran
“Bila tingkat harga naik, maka jumlah barang yang
ditawarkan akan naik, Bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang
ditawarkan akan turun“
Dalam
hukum penawaran, semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin
banyak. Sebaliknya, semakin rendah harga barang, jumlah yang ditawarkan semakin
sedikit juga.
Contoh
hukum penawaran pada saat ini :
Hubungan
antara harga kain batik dan jumlah pakaian batik yang akan dijual oleh Seorang
pedagang, maka ia berencana sebagai berikut:
bila
harga satu kodi pakaian Rp. 450.000 maka ia akan menjual sebanyak 10 kodi
bila
harga satu kodi pakaian Rp. 500.000 maka ia akan menjual sebanyak 15 kodi
bila
harga satu kodi pakaian Rp. 600.000 maka ia akan menjual sebanyak 20 kodi
bila
harga satu kodi pakaian Rp. 650.000 maka ia akan menjual sebanyak 25 kodi
2.7
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran
1.
Biaya Produksi dan Teknologi yang digunakan
Jika
biaya produksi suatu produk sangat tinggi, maka produsen hanya membuat beberapa
jenis saja dari produk tersebut.
Contoh
: Produk limited edition
2.
Tujuan Perusahaan
Tujuan
perusahaan yaitu ingin supaya produknya laku terjual dipasaran dan mendapatkan
keuntungan sebesar-besarnya. Produk yang laku dipasaran adalah produk yang
harganya terjangkau tetapi dengan kualitas yang bagus.
Contoh
: Produk cina lebih banyak diperdagangkan karena lebih murah sehingga banyak
konsumen yang mencarinya.
3.
Pajak
Pajak
naik, harga jual akan naik juga. Hal ini menyebabkan permintaan dari konnsumen
menurun.
Contoh
: jika pajak bea cukai naik, harga barang-barang impor akan naik pula. Seperti
halnya kedelai impor yang harga nya naik, para pengusaha juga enggan membeli
dengan harga yang mahal.
4.
Tingkat teknologi yang digunakan
Adanya
kemajuan teknologi akan menyebabkan pengurangan terhadap biaya produksi dan
produsen dapat menawarkan barang dalam jumlah yang lebih besar lagi.
5.
Perkiraan harga barang di masa datang
Apabila
kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat
harga barang dan jasa naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa
yang ditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi
mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung
mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha
lain.
2.8
Penentuan Harga Keseimbangan (Eqilibrium Price)
Masalah
harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah
dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan
harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang
dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas
barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga
keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui
suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan
permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Berdasarkan
pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang
terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.
Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil
kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas
yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah
tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi
patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga
Contoh
kasus :
Liputan6.com,
Jakarta : Kenaikan harga bawang membawa dampak bagi pedagang di pasar, seperti
Pasar Rebo dan Pasar Induk Keramat Jati.
Alex
Manihuruk, pedagang grosir bawang di pasar induk Kramat Jati, salah satunya.
Dia mengatakan kenaikan harga bawang sangat memberatkan bagi dirinya. Mahalnya
harga bawang membuat daya pembeli masyarakat selaku konsumen turun.
"Pada
saat itu harga bawang hanya berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu, kini
melonjak menjadi harga Rp30rb hingga Rp 50 ribuan, kenaikan ini terlalu
jauh," ucap Alex saat ditemui liputan6.com, Senin (18/3/2013).
Dia
mengungkapknya biasanya mengambil 1,5 ton bawang dari distributor. Namun, kini
hanya mampu mengambil 5-7 kwintal (1 Kwintal 100 kilogram). Hal ini karena
ketidak mampuan biaya, terlebih terjadi penurunan pembeli.
"Biasa
kami ambil 1,5 ton paling sedikit, tapi karena harga melonjak dan kami kurang
modal hanya bisa mengambil 5-7 kwintal (100kg) tidak sampai 1 ton. Jadi
berkurang karena daya pembeli tidak ada. Memang biasanya kalo ambil 1 ton, kami
masih ada sisa 2 kwintal per hari, karena jam dibatasi sampai jam 9 malam,
tidak 24 jam," ucap dia.
Ia
menambahkan sejauh ini komoditas bawang yang didapatkan berasal dari Brebes
Jawa Tengah, sedikit bawang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Sedangkan bawang
import dipasok dari negara seperti Thailand, Vietnam dan Afganistan.
"Kita
terima bawand dari bandar sini (pasar induk kramat jati) ada 12 orang. Kami
dapat dari impor berasal dari negara Vitenam dan Afganistan dan Thailand. Kalau
Bawang Brebes lumayan banyak permintaan, tapi kebanyakan permintaan bawang
Vietnam," ucap dia sembari menambahkan jika dijula ke pedagang kecil bisa
mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per kg.
Sementara
Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli menyikapi lompatan harga terlalu jauh
lantaran bisnis pangan di Indonesia diatur dengan sistem kuota yang tidak
transparan dan kompetitif.
"Pada
praktiknya, pembagian kuota impor ini juga terjadi karena pat gulipat antara
pejabat dan pengusaha," tambah Rizal saat menemui pedagang bawang di pasar
Induk Kramat Jati.
Dia
menuding dengan kenaikan itu menjadi sumber pendapatan pejabat dan untuk
kepentingan politik. "Akibatnya negara rugi karena tidak memperoleh
penerimaan yang semestinya. Sedangkan rakyat dirugikan karena harus membayar
harga pangan lebih mahal daripada harga diluarnegeri," pungkas dia.
(Edo/Nur).
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Penentuan
Harga,Penawaran serta Permintaan sangat diperlukan dalam perkembangan sistem
ekonomi.Penentuan Harga bersumber pada penawaran dan permintaan.Penawaran
bersumber pada kuantitas barang yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat,sedangkan Permintaan bersumber pada kuantitas
permintaan barang berdasarkan harga yang ditawarkan.
Ilmu
ekonomi ini tidak selalu bisa diterapkan disetiap Negara,banyak faktor-faktor
yang mempengaruhi baik dalam penawaran maupun permintaan,diataranya harga,mutu
barang,kebutuhan,gaya hidup, dsb.
Pelajaran
dari teori ini menjelaskan kepada mahasiswa bagaimana seharusnya menentukan
harga,agar hukum penawaran dan permintaan dapat berjalan seimbang,sehingga
terciptanya masyarakat yang paham ekonomi dan berkualitas.
3.2
Saran
1.
Menentukan strategi penentuan harga sebaiknya perusahaan benar-benar sudah
mengetahui dengan pasti apa yg jadi peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan
perusahaan pada saat ini.
2.
Langah2 dalam menentukan strategi dan metode harga dilakukan dengan
sebaik-baiknya.
3.
Tingkatkan dan pertahankan mutu dan pelayanan untuk kepuasan pelanggan.
Untuk
memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yg kompetitif, harga sebagai penyeimbang
antara kualitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yg ditawarkan oleh
produsen, untuk menciptakan keseimbangan ekonomi antara harga dan
kuantitas
DAFTAR PUSTAKA
· http://fuhrend.blogspot.com/2012/03/penentuan-harga-penawaran-dan.html
· http://yudha444.blogspot.com/2012/03/teori-organisasi-umum-2-tema-penentuan.html
· http://littlesweetenemy7.blogspot.com/2012/04/penentuan-harga-permintaan-dan.html
· http://jausaja.wordpress.com/2011/04/10/penentuan-harga-keseimbangan/
· http://organisasi.org/pengertian-permintaan-dan-penawaran-hukum-faktor-yang-mempengaruhi
· t-turunkahttp://bisnis.liputan6.com/read/537952/harga-mahal-pedagang-grosir-bawang-ikun-pembelian
· http://yudha444.blogspot.com/2012/03/teori-organisasi-umum-2-tema-penentuan.html
· http://littlesweetenemy7.blogspot.com/2012/04/penentuan-harga-permintaan-dan.html
· http://jausaja.wordpress.com/2011/04/10/penentuan-harga-keseimbangan/
· http://organisasi.org/pengertian-permintaan-dan-penawaran-hukum-faktor-yang-mempengaruhi
· t-turunkahttp://bisnis.liputan6.com/read/537952/harga-mahal-pedagang-grosir-bawang-ikun-pembelian







